dinas kependudukan dan pencatatan sipil

pemerintah kota bogor

Dua Kata Kunci Pemkot Bogor Jalankan Program Pembangunan

18 Mei 2016 - 09:10:54 Admin 354x dilihat

Ada 2 kata kunci Pemerintah Kota Bogor dalam menjalankan seluruh program kerjanya, masing-masing kolaborasi dan sinergi. Sedangkan pada proses perencanaan pembangunan terdapat tiga jalur yang umumnya dimiliki dan harus ditempuh oleh setiap pembuat kebijakan baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten.

Walikota Bogor Bima Arya mengungkapkan hal tersebut saat menyampaikan paparan pada Knowledge Workshop and Field Visit, Integrated Community Driven Development di  Hotel Rancamaya,Selasa (17/05). Workshop diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke 41.

Ketiga jalur dalam proses pembangunan yang dimaksud Bima, masing-masing birokrasi, politis, dan partisipan. Jalur birokrasi, yaitu ketika pemerintah daerah melalui satuan perangkat kerjanya menyusun dan merencanakan program-program pembangunan berdasarkan rencana pembangunan yang diturunkan dari visi misi walikota terpilih.

Jalur politis yaitu ketika anggota DPRD yang mewakili masyarakat, turun menemui konstituennya masing-masing untuk menyerap apa yang diinginkan oleh mereka. Sedangkan jalur partisipatif, adalah ketika warga secara langsung menyampaikan apa yang mereka harapkan dari pemerintah dan ingin diprioritaskan dalam pembangunan.

“Kami berusaha untuk melakukan sinkronisasi atas ketiga jalur tadi. Pembangunan yang gagal terjadi ketika ketiganya tidak bisa diselaraskan,” papar Bima seraya menambahkan, “Pembangunan yang hanya bersumber dari satu atau dua sumber saja, dipastikan tidak akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.”

Sementara itu kolaborasi di Kota Bogor dapat terbentuk dan terbangun sejak Pemkot Bogor mulai menyusun rencana pembangunan jangka menengah yang melibatkan semua pihak. Dalam pelaksanaannya kemudian, Pemerintah Kota Bogor terus membangun kemitraan, kolaborasi, dan sinergi dengan semua stakeholder agar terbangun rasa memiliki dari seluruh pihak. “Kalau sudah asa perasaan memiliki, kemudian pada aspek pengawasannya akan lebih mudah dilakukan,” tutupnya. (Donni/Foto:Agus-Mor)